Potensi sumberdaya alam bervariasi, seperti pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan. Lahan sawah irigasi teknis sebesar 18.506 ha (138,27%), dan non irigasi teknis sebesar 29,848 ha 161,72%).
Baca Lanjutannya…
Potensi Alam Yogyakarta
Ditulis dalam Uncategorized
Gunung Slamet
| Kontributor : Administrator | |
| Saturday 30 Oct 2004 | |
| Gunung Slamet masuk dalam wilayah tiga kabupaten di jawa tengah, yaitu kabupaten Purbalingga, Brebes dan Banjarnegara. Tepatnya di sebelah Barat kota Purbalingga dan sebelah Utara kota Purwokerto pada posisi geografis 7°14,30′ LS dan 109°12,30′ BT. Ketinggian Gunung ini mencapai 3432 m dpl dan termasuk gunung berapi tertinggi di Jawa. Ada 4 buah kawah aktif yang terletak di puncaknya, karenanya dianjurkan untuk mendaki puncak sebelum pukul 10 pagi untuk menghindari adanya gas beracun dari kawah. Dari puncak dapat terlihat gunung-gunung lainnya di jawa tengah seperti gunung Sumbing dan Sindoro. Biasanya para pendaki, selain mendaki gunung Slamet mereka juga mendaki gunung Sumbing dan Sindoro dan biasa disingkat triple S (Sindoro, Sumbing, Slamet), karena letak ketiga gunung yang berdekatan.Sulit menemukan sumber air di sepanjang rute pendakian, terutama pada musim kemarau. Karena itu sebaiknya jangan lupa membawa persediaan air untuk pendakian. Pada bulan-bulan tertentu cuaca di gunung ini sangat ekstrim dan seringkali terjadi badai pada puncaknya, suhu udara turun dengan drastis untuk mengantisipasinya jangan lupa membawa baju hangat, jas hujan dan kantung tidur agar tidak terkena hipotermia. Sebagian jalur pendakian amat curam dan pada musim hujan jalur pendakian menjadi semakin berat karena jalur tersebut terisi oleh air.
Sebagian masyarakat jawa percaya bahwa gunung slamet adalah pusat dari pulau Jawa. Mereka juga menyebut gunung ini dengan nama gunung Lanang (Gunung laki-laki). Bahkan mereka juga percaya bahwa gunung ini adalah gunung yang angker, yang banyak didiami oleh mahluk halus. Terlepas dari mitos dan kepercayaan yang ada, gunung ini merupakan gunung yang indah, terutama di Pelawangan yaitu daerah sebelum puncak. Sayangnya kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2002, membakar habis pohon-pohon di sana. Ada beberapa pintu masuk untuk mendaki gunung ini yaitu melalui Bambangan, Batu Raden, Kaliwadas dan Randudongka. Tapi jalur resminya adalah melalui Bambangan, jalur-jalur lainnya sudah ditutup untuk keselamatan. Pemandangan yang di temui melalui pintu masuk Bambangan cukup beragam, dari pintu masuk perkebunan mendominasi rute perjalanan, lalu berganti dengan hutan hujan tropis, mendekati puncak berganti dengan semak semak, dan puncaknya berupa batu-batuan dan pasir. Jalur yang ditempuh cukup sulit dengan rata-rata kemiringan lebih dari 400. Akses dan Transportasi Untuk mencapai Bambangan dari Jakarta harus berganti kendaraan di kota Purwokerto. Kota Purwokerto dapat dicapai dengan menggunakan bis malam atau kereta api dari Jakarta. Dari Puwokerto berganti kendaraan dengan bis ¾ jurusan purbalingga turun di Serayu, lama perjalanan sekitar 45 menit. Dari Serayu berganti kendaraan dengan angkutan pendesaan yang berupa kolt terbuka menuju pos penjagaan di Bambangan. Yang mesti diperhatikan, angkutan pedesaan ini hanya ada sampai pukul 06.00 sore. Ongkos Transportasi umum Jakarta-Purwokerto Bus ¾ Purwokerto-Serayu Rp 4000 Perijinan Perijinan untuk mendaki gunung Slamet amatlah mudah. Dengan hanya melapor pada kepala desa yang rumahnya juga dijadikan base camp dan menulis identitas lengkap serta membayar restribusi sebesar Rp 2000, anda sudah bisa memulai pendakian. Akomodasi Agak sulit untuk menemukan penginapan di Bambangan, tapi tidak perlu khawatir jika memang harus menginap di sana. Karena rumah kepala desa yang sudah dijadikan base camp dapat dijadikan tempat beristirahat atau bermalam sementara. Di rumah ini juga tersedia masakan sederhana yang dijual dan kamar mandi yang seadanya. Jalur Pendakian Jalur Bambangan ds. Bambangan Serang 1 km 30 menit |
Ditulis dalam Uncategorized
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized